Andiguru’s

belajar terus, terus belajar, guru masa sekarang dan masa depan

ANAK MANDIRI 9 Maret 2009

Filed under: Uncategorized — andiguru @ 2:30 pm

MEMBIASAKAN ANAK MANDIRI SEJAK USIA DINI
Misriandi*

Pendahuluan
Bertakwalah kepada Allah dan berlakulah adil terhadap anak-anakmu. (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis diatas sengaja mengawali tulisan ini, karena memang kita harus dapat berlaku adil kepada anak-anak kita, baik sebagai anak kandung maupun sebagai anak didik. Untuk menghadirkan anak yang mandiri sudah sepantasnyalah yang dilakukan adalah memberikan keadilan kepada anak. Sering kali kita sebagai orang dewasa memberi ruang yang sangat terbatas kepada anak-anak, atau bahkan menuntut keberhasilan yang begitu banyak.
Sudah sepantasnyalah apabila orang tua menginginkan setiap anaknya cerdas, mandiri dan bertanggung jawab. Besarnya tuntutan sering kali membuat masa kanak-kanak menjadi hilang begitu saja karena waktu anak telah penuh dengan berbagai kegiatan yang ditentukan dan dituntut bukan atas dasar kesenangan dan kebutuhan anak. Kondisi hilangnya waktu bermain anak bukan hanya terjadi di kota-kota besar, tapi juga diberbagai pelosok dareh, dalam hal ini termasuk mempekerjakan anak dibawah umur.
Kecemasan orang tua sering kali ditandai dengan ucapan-ucapan yang menghambat kemandirian anak. Ucapan yang sering kita dengar di dunia sekitar anak-anak adalah kata jagan atau kata tidak, ini membuktikan kita sering kali membatasi ruang kebebasan anak dengan menggunakan kata-kata larangan. Dampak dari kata-kata larangan tersebut akan pasti mempengaruhi keberanian dan kemandirian anak. Seperti saja ketika anak ingin makan sendiri begitu banyak larangan yang sering kita dengar, tentu alasan larangan tersebut sepertinya sangat tidak adil bagi anak.
Kemandirian sangat erat terkait dengan anak sebagai individu yang mempunyai konsep diri, penghargaan terhadap diri sendiri (self esteem), dan mengatur diri sendiri (self regulation). Anak paham akan tuntutan lingkungan terhadap dirinya, dan menyesuaikan tingkah lakunya. Anak pada usia tiga tahun sudah sepantasnyalah dapat melakukan kemampuan dasarnya atau perbuatan yang dapat menolong dirinya sendiri, seperti; tidur, makan, ganti pakaian atau kekamar mandi sendiri. Untuk itu berikut merupakan tips bagaimana mengajar anak agar hidup mandiri, yang diambilakan dari berbagai sumber bacaan dan pengalaman sebagai pendidik.

Tips Mengajar Anak Hidup Mandiri
Orang tua atau pendidik merupan sosok tauladan utama bagi anak. Anak belajar soal kehidupan dari orang disekitarnya, terutama orang tuanya. Apa yang dilakukan orangtua akan dicontoh oleh anak. Jika sedikit-sedikit orangtua atau guru sudah minta tolong pembantu tau pramu bakti, jangan terlalu berharap anak nantinya bisa hidup mandiri. Berikut ini beberapa tips untuk mengajarkan anak hidup mandiri:
1. Melatih anak dengan hal-hal sederhana sejak dini, misalnya, merapikan mainan ke tempat mainan yang disediakan, merapikan alas kaki, memasukkan baju kotor ke tempatnya, mengambil makanan dan minumnannya sendiri atau merapikan meja belajar, Hal sederhana yang anak sudah mampu melakukannya hendalah anak sudah lakukan sendiri, tentu belum sebaik hasil yang orang dewasa lakukan tapi hasil yang telah anak-anak lakukan merupakan latihan utuk anak mulai mandiri.
2. Jadilah tauladan kemandirian bagi anak. Sering kita mendengar slogan memberikan tauladan sekali lebih efektif daripada kita memberikan nasehat seribu kali. Jika orang tua atau guru memberikan contoh mandiri, anak akan menirukannya. Orang dewasa kerena memiliki kemampuan dan kekuasaan disadari atau tidak untuk keperluan yang sederhana dan sangat pribadi sering kali meminta bantu kepada pramubakti, pembantu atau anak sendiri. Ini jelas memberi contoh yang tidak baik bagi anak. Hal sederhana seperti mengambil air minum, makanan, membukakan pintu, mengangkat telpon, atau hal-hal lain yang apabila kita lakukan hal tersebut dapat dengan mudah kita dapat lakukan tanpa meminta bantu kepada siapapun. Kecuali kondisi yang kita tidak mungkin untuk melakukannya walaupun sederhana.
3. Melatih anak bersabar mengerjakan sesuatu. Jangan putus asa, meski hasil pekerjaan anak tak langsung sempurna. Pengertian sabar memang cukup luas, untuk usia anak-anak perlu ditekankan apabila mengerjakan sesuatu hendaklah semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang ia miliki, jaangan cepat menyerah dan jadikan apa yang sudah dikerjakan berhasil atau tidak merupakan pelajaran yang berharga itu bekan pekerjaan mendatang suapaya lebih baik
4. Beri tantangan tugas yang lebih rumit. Ini akan mencegah kebosanan sekaligus meningkatkan keragaman keterampilan anak. Tugas yang diberikan hendaknya tetap pekerjaan yang wajar dan mampu anak lakukan. Untuk menggali kreatifitas anak diperluakan pekerjaan yang lebih menantang, jagan lupa terlebih dahulu anak sudah mengetahui manfaat atau tujuan pekerjaan yang ia lakukan.
5. Pengawasan ganda. Bila ada pembantu di rumah atau pramu bakti di sekolah, berikan instruksi kepada pembantu rumah atau pramu bakti soal tugas-tugas yang harus dikerjakan sendiri oleh anak-anak. Sering kita memberikan atauran atau tata tertib tapi kurang sosialisasi kepada semua pihak, sehingga ada pihak lain yang seharusnya mendukung mala dapat dijadikan anak tempat berlindung. Untuk itu kita harus lebih tegas dan menyeluruh dalam mengaktualisakan ketentuan yang telah dibuat, sehingga hasil yang didapat lebih maksimal.
6. Buat kesepakatan dengan anak soal tugas-tugas yang harus dilakukan sendiri atau bersama dan tetapkan juga konsekuensi jika tidak dijalankan. Kesepakatan tersebut hendaknya ditempelkan di tempat yang strategis agar dapat selalu mengingatkan. (lihat dan cari bagaimana langka-langka membuat kesepakatan dengan anak atau siswa).
7. Berikan pujian atau penghargaan. Memuji jika anak-anak mampu melakukan tugas-tugas secara mandiri, walaupun itu kita anggap sangat kecil. Tidak ada salahnya bila sekali-kali anak diberi penghargaan khusus bagi anak atau siswa memiliki prestasi khusus, lihat dan perhatikan ketentuan yang telah dibuat.
8. Diberikan kepercayaan untuk melakukan suatu hal yang ia mampu kerjakan sendiri, untuk itu baik juga bila sekali-kali anak merasakan akibat dari perbuatan yang ia lakukan. Karena proteksi yang begitu besar kepada anak sering kali kita tidak memberikan kepercayaan yang penuh. Seperti membawakan tas sekolah, makanan, minuman atau perlengkapan anak yang sebenarnya ia mampu nutuk melakukannya, agar anaklah yang mengerjakannya. Adakalanya anak memang harus merasakan akibat dari kelalaiannya sehinnga kelak dia lebih hati-hati dan lebih mempersiapkan diri, tentu ini juga sebaiknya sesuai dengan atauran atau ketentuan yang sudah disepakati.
9. Membentuk kebiasaan. Jikalau anak sudah terbiasa dimanja dan selalu dilayani, ia akan menjadi anak yang selalu tergantung kepada orang lain. Salah satu contoh kebiasaan anak yang harus dibentuk sejak bayi adalah dalam hal kebiasaan tidur. Pada usia 5-6 bulan,bayi sudah harus dibiasakan tidur pada waktunya di atas tempat tidur.Kalau bukan dalam perjalanan, bayi tidak boleh dibiasakan tidur digendongan. Ketika sudah waktunya tidur, naikkan bayi ke atas tempat tidur, nyalakan musik dan temani bayi anda sampai dia tidur. Kalau sudah terbiasa sejak bayi, setelah besar sudah tidak terlalu sulit lagi.
10. Bimbingan yang konsisten dan konsekuen dari orang tua dan guru. Jika orang tua bekerja, maka harus yakin betul bahwa pengasuh anak konsisten dan terampil dalam memberlakukan disiplin belajar yang di terapkan untuk anak. Tanpa syarat disiplin belajar yang terapkan tidaklah mungkin menajdi bagian dalam diri anak. Disiplin belajar harus dimulai dari rumah, sebelum anak bisa menemukan sistem belajarnya sendiri di sekolah.
11. Sapalah anak dengan kalimat yang pendek dan sederhana. Anak akan senang dan merasa diterima apabila disambut dengan kalimat pendek : “Halo anak pintar apa kabar!”. Sehingga kalaupun ada hal-hal yang ingin ia ceritakan, dengan sendirinya anak akan menceritakan pada orang tua atau guru, tanpa harus di dorong-dorong.
12. Dorong untuk melihat alternative. Anak sebaiknya tahu bahwa untuk mengatasi suatu masalah , orang tua bukanlah satu-satunya tempat untuk bertanya. Masih banyak sumber-sumber lain di sektarnya yang dapat membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi. Cara yang dapat dilakukan orang tua adalah dengan memberitahu sumber lain yang tepat untuk dimintakan tolong, untuk mengatasi suatu masalah tertentu. Kesempatan terbaik bagi kita, baik sebagai orang tua maupun guru untuk menanamkan keimanan pada anak, sehingga apabila dewasa nanti anak akan dapat mengatasi permasalahan apapun dengan tenang dan terkendali.
13. Berikan semangat atas apa yang diusahakannya Tak jarang orang tua ingin menghindarkan anak dari rasa kecewa dengan mengatakan “mustahil” terhadap apa yang sedang diupayakan anak. Anak sudah mau memperlihatkan keinginan untuk mandiri, dorong ia untuk terus melakukanya. Jangan sekali-kali membuatnya kehilangan motivasi atau harapannya mengenai sesuatu yang ingin dicapainya. Khusus untuk hal-hal yang membahayakan orang tua atau guru hendakalah menjelaskan kepada anak dengan pendekatan diskusi atau memberi pengertian, bahwa apa yang dikerjakannya berbahaya atau dapat merugikan.
14. Berikan tempat kemandirian, tentu sesuai dengan kemampuan masing-masing keluarga, sedapat munkin anak-anak disediakan tempat belajar dan tempat tidur khusus untuk anak. Melatih kemandirian kepada anak sedini mungkin di rumah dengan memberikan tanggung jawab atas apa yang dia miliki dan memupuk rasa keberanian dengan tidur sendiri, merupakan awal bagi anak untuk dapat mandiri dan berani.
15. Berikan contoh yang kongrit, sangat tepat bila dapat anak diberi contoh-contoh yang lansung apa adanya. Kita akan mendapatkan contoh nyata tersebut yang ada disekitar kita, kita sengaja berkunjung atau mengundang anak-anak yang kita lihat ia memang sudah mandiri. Seperti saat kita mengajarkan anak untuk tidur sendiri kita membuktikan dengan memanggil anak yang sudah berani untuk tidur sendiri tau bila mungkin mendatangi anak yang sudah berani tidur sendiri. Atau contoh lain bagaimana anak-anak yang masih dibawah usia anak kita sudah dapat makan dengan sendirinya, dan masih banyak lagi contoh kongrit yang ada disekitar kita agar anak dapat melihat langsung.

Penutup
Belum akan terjadi kiamat sehingga anak selalu menjengkelkan kedua orang tuanya, banjir di musim kemarau, kaum penjahat melimpah, orang-orang terhormat (mulia) menjadi langka, anak-anak muda berani menentang orang tua serta orang jahat dan hina berani melawan yang terhormat dan mulia. (HR. Asysyihaab).
Dalam hiruk pikuk keramaian dan dari kehidupan sehari-hari, bagaimana kita, sebagai orang tua ataupun guru tetap menjadikan prioritas utama mengembangkan kepribadian anak, sehingga anak mampu menghadapi tantangan, hambatan, ancaman dari berbagai bentuk dengan benteng yang kokoh yaitu IMAN dan TAQWA.

Sumber Bacaan;
Muhammad Husain; Agar Anak Mandiri, Irsyad Baitus Salam
Michelle Kennedy Buku Pintar Keluarga: Melatih Anak Agar Mandiri , Gramedia
Anne Kartawijaya & Kay Kuswanto; Mendidik Anak Untuk Mandiri
Windya Novita; Serba-serbi Anak, Elex Media Komputindo

*Misriandi, M.Pd. adalah Guru di SDS Model Islamic Village (RSBI) dan juga Dosen pada Universitas Muhammadiyah Jakarta, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Fakultas Agama Islam.

 

14 Responses to “ANAK MANDIRI”

  1. Anita Yulia Says:

    Assalamu’alaikum….

    Anak mandiri merupakan harapan dan impian bagi orangtua dan para pendidikan. Fenomena sekarang nilai kemandirian pada anak2 semakin menipis. Rizky yang berlebih bukan menjadikan anak-anak kita menjadi generasi yang manja justru menjadi motivasi bagi kita untuk mendidik anak agar menjadi generasi yang mandiri. anak Mandirilah yang akan meneruskan bangsa ini.Keep Semangat tuk mencetak anak2 yang Mandiri! Ini menjadi tugas kita. OK

  2. ningrum Says:

    Semoga sukses

  3. deasy ariati Says:

    anak mandiri merupakan suatu kebanggaan bagi setiap orang tua.

  4. juliana andrew Says:

    ass. wr.wb…klo menurut saya anak mandiri adalah anak yang mampu melakukan segala sesuatunya sendiri dgn rasa percaya diri tanpa meminta bantuan pada siapapun sebelum mereka mengalami kesulitan. dan untuk bisa menghasilkan anak mandiri diperlukan metode atau strategi pengajaran yang berpusat pada anak (sentra).

  5. andiguru Says:

    Asslamu’alaikum Wr. Wb
    Salam Perjuangan
    OK
    Makasih

  6. deasy ariati Says:

    Asslamu’alaikum Wr.Wb anak mandiri adalah anak yang di berikan suatu kepercayaan oleh setiap orang tua untuk melakukan sesuatu dengan sendiri.dengan kemandirian tersebut anak dapat bersosialisasi tanpa bantuan orang tua.

  7. misriandi@yahoo.co.id Says:

    ass.wr.wb menurut saya mandiri adalah suatu kebiasaan yang di kerjakaan secara sendiri karna kebiasaan itu dimulai dari orang tua/guru dikelas,jika orang tua mengajarkan kemandirian sejak dini maka ia akan mengikuti nya seperti mengetuk pintu jika pulang sekolah serta mencium tangan orang tua,ganti baju sekolah sendiri dll.tanam kan lah kemandirian untuk anak sejak dini agar terbiasa sampai ia dewasa.
    ma’af ya pak ini alamat email saya yang baru

  8. siti.nurhayati44@yahoo.com Says:

    ass.wr.wb menurut saya mandiri adalah suatu kebiasaan yang dikerjakan secara sendiri karena kebiasaan itu dimulai dari orang tua/guru dikelas,jika orang tua mengajarkan kemandirian sejak diani maka ia akan mengikuti nyaa seperti mengetuk pintu jika pulang sekolah serta mencium tangan orang tua,ganti baju sekolah sendiri dll.maka tanamkan lah kemandirian sejak dini agar anak terbiasa sampai ia dewasa

  9. siti nurhayati Says:

    ass.wr.wb menurut saya mandiri adalah suatu kebiasaan yang dikerjakan secara sendiri karena kebiasaan itu dimulai dari orang tua/guru dikelas,jika orang tua mengajarkan kemandirian sejak diani maka ia akan mengikuti nyaa seperti mengetuk pintu jika pulang sekolah serta mencium tangan orang tua,ganti baju sekolah sendiri dll.maka tanamkan lah kemandirian sejak dini agar anak terbiasa sampai ia dewasa.
    pak maaf email saya yang baru

  10. juhaeriyah Says:

    Harapan saya ingin anak-anak saya bisa mandiri.saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapat di PAUD.tapi pak prakteknya susaaah …keseharian dengan anak-anak membutuhkan kesabaran.smoga dengan saya membaca blog ini saya termotifasi.thanks pak

  11. juhaeriyah Says:

    Harapan saya ingin anak-anak saya bisa mandiri.saya ingin menerapkan ilmu yang saya dapat di PAUD.tapi pak prakteknya susaaah …keseharian dengan anak-anak membutuhkan kesabaran.smoga dengan saya membaca blog ini saya termotivasi.thanks pak

  12. retno sugiarti Says:

    Subhanallah setuju banget pak tentang semua yang diatas…kalo boleh nambah satu lagi nih ! Berikanlah motivasi dari setiap ucapan yang dikeluarkan orangtua bukan berupa larangan or ancaman, but kata-kata yang bermakna/mempunyai arti, tdk asal bicara.Sebaiknya hindari kata “jangan”. O.K sukses ya Pak Wassalam.

  13. wini ernawati Says:

    ass,,menurut saya anak yang mandiri adalah anak yang dapat melakukan semua aktifitasnya sendiri dan sudah terlihat rasa percaya diri pada dirinya.

  14. Tuti Herawati Says:

    Assallammuallaikum.wr.wb
    Menurut saya tentang kemandirian anak sangatlah penting,karna setiap anak memiliki kemauan yang berbeda,kita wajib membiming mereka dari usia dini,insya allah kelak mereka dewasa akan bermanfaat dalam kehidupan nya kelak.Tidak mudah untuk menanamkan kemandirian asalkan kita sebagai orang tua atau pendidik, Wajib mengarahkan,membimbing,memotifasi,terutama sabar.Kuncinya sabarr.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s